Satreskrim Polres Simalungun Gelar Konferensi Pers Penyelidikan Temu Mayat Gantung Diri Satreskrim Polres Simalungun Gelar Konferensi Pers Penyelidikan Temu Mayat Gantung Diri
polressimalungun. Satuan Reskrim Polres Simalungun menggelar Konferensi Pers terkait penyelidikan terhadap penemuan mayat gantung diri yang terjadi pada  Minggu 16/6/2019 yang silam di lingkungan... Satreskrim Polres Simalungun Gelar Konferensi Pers Penyelidikan Temu Mayat Gantung Diri

polressimalungun. Satuan Reskrim Polres Simalungun menggelar Konferensi Pers terkait penyelidikan terhadap penemuan mayat gantung diri yang terjadi pada  Minggu 16/6/2019 yang silam di lingkungan 1 Pekan Ujung Padang Kelurahan Ujung Padang Kabupaten Simalungun.

Konferensi pers yang digelar di Kantor Reskrim Polres Simalungun Pematang Raya, Sabtu 22/6/2019 pukul 10.00 wib tersebut untuk memberikan penjelasan fakta-fakta terkait awal dugaan korban yang diduga merupakan kurir narkoba tewas dibunuh dengan cara digantung, ditemukannya mayat gantung diri atas nama Edi Syah Putra alias Gindul, Minggu 16/6/2019 silam.

Kapolres Simalungun AKBP M.Liberty Panjaitan, S.I.K.,M.H., didampingi Kasat Reskrim AKP Ruzi Gusman, S.H.,S.I.K.,M.Si, Kasat Narkoba AKP TP.Butarbutar, S.H.,M.H., Kapolsek Bosar Maligas AKP Ir. J. Sijabat menuturkan secara rinci fakta-fakta yang diperoleh dilapangan dan saksi-saksi yang telah diperiksa baik dari keterangan saksi yang menemukan pertama hingga keterangan ahli forensik.

Hasil pemeriksaan oleh tim dokter Forensik RSUD Kota Pematangsiantar, dinyatakan korban tewas akibat gantung diri, hal ini juga diperkuat dengan beberapa alat bukti yang ditemukan dibeberapa lokasi kejadian. Salah satunya ditemukan pisau cutter didalam saku celana korban, yang digunakan untuk memotong tali gayung sumur sebagai alat gantung dirinya.

Kapolres menambahkan bahwa berdasarkan olah TKP, pemeriksaan, autopsi korban, permintaan keterangan ahli forensik pelaksanaan outopsi diperoleh kesimpulan yaitu korban meninggal dunia akibat bunuh diri/gantung diri.

Dikuatkan dengan keterangan para saksi, autopsi keterangan ahli, tidak terdapat luka kekerasan pada tubuh korban selain luka akibat gantung diri tersebut. Jeratan yang dialami korban adalah luka masih hidup, bahwa korban belum mati sebelum digantung, TKP juga ditemukan dalam keadaan rapi dan tidak berantakan yang mengindifikasikan tidak ada perlawanan / keributan apabila ada dugaan korban dibunuh terlebih dahulu sebelum digantung.

Dan diduga adanya keterkaitan antara tali nilon yang digunakan korban untuk menggantungkan diri dengan pisau karter yang ditemukan dikantong celana belakang korban dimana pisau tersebut adalah diduga alat yang digunakan korban untuk memotong tali nilon tersebut. Jelas Kapolres.

Tim dari Reskrim Polda Sumut pun turut berperan dalam penyelidikan tersebut yang dipimpin AKBP Maringan Simanjuntak bersama anggotanya AKP Muhammad Firdaus, S.I.K, BRIPKA Wanter Simanungkalit, BRIPKA Fteddy Siallagan, BRIPKA M.Fahri Afrizal, BRIGADIR Ardiansyah Tarigan,S.Sos.

Dari rangkaian kegiatan penyelidikan tersebut, maka penyelidikan untuk sementara tidak dilanjutkan, namun apabila ditemukan alat bukti baru yang bertentangan atau membuat penyelidikan ini harus dibuka atau dilanjutkan kembali maka penyelidikan lanjutan akan dilaksanakan.

***hms/bagops/sml***

admin

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *