POLSEKTA TANAH JAWA UNGKAP KASUS KEKERASAN YANG MENGAKIBATKAN MATINYA ANAK POLSEKTA TANAH JAWA UNGKAP KASUS KEKERASAN YANG MENGAKIBATKAN MATINYA ANAK
polressimalungun. Polsekta Tanah Jawa Satuan Polres Simalungun berhasil mengungkap kasus kekerasan yang mengakibatkan matinya anak (Karolina Sigalingging) bocah perempuan berumur 3 tahun 6 bulan.... POLSEKTA TANAH JAWA UNGKAP KASUS KEKERASAN YANG MENGAKIBATKAN MATINYA ANAK

polressimalungun. Polsekta Tanah Jawa Satuan Polres Simalungun berhasil mengungkap kasus kekerasan yang mengakibatkan matinya anak (Karolina Sigalingging) bocah perempuan berumur 3 tahun 6 bulan.

Kapolres Simalungun AKBP M. Liberty Panjaitan, S.I.K.,M.H., didampingi Kapolsekta Tanah Jawa Kompol H. Panggabean, SH, Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Ruzi Gusman, SH.,SIK.,MSi, Kanit Reskrim Polsekta Tanah Jawa Iptu Jaresman Sitinjak, SH.,M.H., menggelar konferensi pers di Aspol Jalan Sangnawaluh P. Siantar. Rabu (7/11/2018) pukul 10.00 wib terkait kasus penganiayaan anak dibawah umur yang terjadi di Tanah Jawa, pada Kamis (1/10) sekira pukul 17.00 WIB yang lalu.

Dalam konfrensi pers itu, Kapolres mengatakan pelaku RN (13) melakukan penganiayaan hanya karena emosi terhadap ke 3 orang korban yang merupakan anak dari kakaknya sendiri yang mengakibatkan salah satu korban Karolina Sigalingging (3,6) meninggal dunia, setelah sempat mendapatkan perawatan medis di RS Harapan Pematang Siantar.

Lanjut Kapolres, ” awalnya kami mendapatkan laporan bahwa korban meninggal dunia karena terjatuh. Namun ada kecurigaan kami, bahwa ada penyebab lain yang menyebabkan kematiannya, sehingga saat korban akan dikebumikan, kami minta agar jenazah korban diautopsi, hingga kami mendapatkan hasil keterangan dari pihak Forensik RSUD Djasamen Saragih menyebutkan bahwa korban meninggal karena adanya pendarahan di bagian kepala”.

Dari alat bukti yang diperoleh Polisi,kejadian itu terjadi di rumah Parulian Nababan, yang merupakan Oppung korban, warga Huta III Silau Bosar, Nagori Bosar Nauli, Kecamatan Hatonduhan. Sekira pukul 17.00 WIB tersangka (RN) mengajak korban untuk mandi, namun korban sulit diatur oleh RN hingga membuat RN emosi lalu menonjok kepala korban sehingga korbanpun menangis, diduga karena korban menangis membuat RN pun semakin emosi kemudian menjambak rambut korban sambil membenturkan bagian belakang kepala korban ke tembok bak kamar mandi sebanyak 2 kali.

Korban yang mengalami rasa sakit yang diderita korban membuat korban terus menangis, walaupun sudah ada bujukan dari pelaku korban tidak berhenti menangis. Suara tangisan korban ternyata membuat pelaku kembali emosi dan kembali menganiaya korban dengan mendorong kepala korban kebelakang dan membenturkannya kembali ke tembok bak kamar mandi sebanyak 1 kali dengan sekuat tenaga hingga membuat tubuh korban terpental dan terjatuh tidak berdaya lagi.

Akibatnya korban dilarikan ke Puskesmas terdekat, namun karena lukanya sangat serius, membuat pihak Puskesmas meminta kepada pihak keluarga agar membawanya kerumah sakit yang berada di Pematang Siantar, dan korban pun kembali dibawa ke RS Harapan Pematang Siantar. Akan tetapi, setelah menjalani perawatan secara intensif selama 3 hari,korban menghembuskan nafas terakhirnya dirumah sakit tempatnya dirawat.

“Ada 3 anak yang menjadi korban akibat perbuatan RN. Selain korban Karolina Sigalingging, adik korban PS (5) dan LS (9). Namun kedua korban ini hanya menderita luka memar yang diduga bekas dari perbuatan RN yang telah menganiaya kedua korban tersebut,” jelas Kapolres.

Tersangka RN yang masih duduk dibangku kelas II SMP itu adalah Tante korban. Nantinya akan diterapkan sistem peradilan anak, dan pelaku akan dijerat dengan Pasal 80 ayat (3) jo Pasal 76 huruf c UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

***humas/bagops/simal***

admin

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *