POLSEK BANGUN TANGANI KORBAN GANTUNG DIRI POLSEK BANGUN TANGANI KORBAN GANTUNG DIRI
polressimalungun-Polsek Bangun Resor Simalungun tangani peristiwa gantung diri, yang dialami korban Pendi (31), Penduduk Huta Huta III Gajing Kahean Nagori Gajing Jaya Kecamatan Gunung... POLSEK BANGUN TANGANI KORBAN GANTUNG DIRI

polressimalungun-Polsek Bangun Resor Simalungun tangani peristiwa gantung diri, yang dialami korban Pendi (31), Penduduk Huta Huta III Gajing Kahean Nagori Gajing Jaya Kecamatan Gunung Maligas Kabupaten Simalungun. Selasa (18/7-2017).

 

Kapolsek Bangun AKP JR. SINAGA menerangkan, Peristiwa tersebut pertama kali diketahui pada hari Selasa (18/7-2017) sekira pukul 16.00 wib. Saat itu Mesdianto (Orang tua korban) pulang kerja, rumahnya dalam keadaan terkunci. Mesdianto memanggil mangil anaknya namun tidak ada jawaban dari dalam rumah.

 

Setelah ditunggu sekian lama, akhirnya Mesdianto mendobrak pintu depan rumah dan masuk ke dalam rumah menuju dapur. Di sana ia menemukan anaknya dalam keadaan gantung diri dengan menggunakan tali nilon warna hijau yang terikat ke galang rumah serta kursi untuk pijakan yang berada di dapur.

Mendapati anaknya dalam kondisi seperti itu, Mesdianto berteriak minta tolong kepada tetangga sekitar dan  kemudian Rendawati Saragih datang ke rumah Mesdianto dan berusaha menurunkan korban dari tali gantungan yang melilit leher korban, Kemudian membawa korban ke ruang tamu dan merebahkan/ menidurkan korban diatas tikar.

 

Setelah menerima laporan masyarakat, petugas Polsek Bangun  mendatangi TKP untuk melakukan olah TKP. Dari sana, petugas mentita beberapa barang bukti berupa Seutas tali nilon warna hijau dan celana dalam korban.

 

Diketahui bahwa selain orang tua korban, ada juga saksi lain dari peristiwa tersebut yakni Rendawati Saragih (48), Penduduk Huta III Gajing kahean Nagori Gajing Jaya Kecamatan Gunung Maligas Kabupaten Simalungun (tetangga depan rumah) dan Huta III Gajing kahean Nagori Gajing Jaya Kecamatan Gunung Maligas Kabupaten Simalungun (tetangga korban).

 

Menurut keterangan Mesdianto (orang tua korban), bahwa korban selama ini mengalami depresi dan sering terlihat bingung dan menyendiri. Selain itu Saksi juga menerangkan hal yang sama dan korban juga sering mengalami rasa takut yang berlebihan.

 

Dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan oleh medis/ Bidan Dewi R. S Damanik yang disaksikan orangtua korban/ keluarga dan warga setempat bahwa tidak ada ditemukan tanda tanda kekerasan dan hal hal yang mencurigakan. Selanjutnya Keluarga tidak merasa keberatan atas meninggalnya korban akibat gantung diri dan tidak mempermasalahkan kematian korban dengan membuat Surat Pernyataan agar tidak dilakukan otopsi.

***humas/bagops/simal***

admin

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *