PERJALANAN BANDAR BESAR NARKOBA ASAL SIANTAR DIAKHIRI POLRES SIMALUNGUN PERJALANAN BANDAR BESAR NARKOBA ASAL SIANTAR DIAKHIRI POLRES SIMALUNGUN
polressimalungun-Arifin Alias Apin Lehu (41) yang dikenal dengan Bandar Besar Narkoba asal Pematangsiantar dan diketahui masih berstatus sebagai Narapida di Rumah Tahanan Natal Kabupaten... PERJALANAN BANDAR BESAR NARKOBA ASAL SIANTAR DIAKHIRI POLRES SIMALUNGUN

polressimalungun-Arifin Alias Apin Lehu (41) yang dikenal dengan Bandar Besar Narkoba asal Pematangsiantar dan diketahui masih berstatus sebagai Narapida di Rumah Tahanan Natal Kabupaten Madina, diringkus dari Hotel KURNIA di Mandailing Natal bersama teman wanitanya Fia Rahmadani (27).

 

Penangkapan Bandar besar Narkoba itu berawal dari adanya kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang terjadi di Jalan umum Km. 15-16 Jurusan Kota Pematangsiantar-Medan tepatnya di Nagori Dolok Kahean Kecamatan Tapian Dolok Kabupaten Simalungun yang dilakukan oleh Fia Rahmadani Warga Jalan KF. Tandean Gang Hidayah 02.Lk.III RT/ RW.003/ 003 Desa Pasar Baru Kecamatan Tebing Tinggi Kota Tebing Tinggi, menyebabkan seorang pengendara sepeda motor Yamaha No. Pol.: BK 3035 WAF meninggal dunia di TKP. Selasa (5/12-2017) pukul 18.00 wib.

 

Diketahui, Fia Rahmadani saat itu sempat mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Serbelawan akibat luka ringan yang dialaminya. Namun pada malam harinya, diketahui Fia dijemput oleh Indra (Anggota TNI/ Rindam I/ BB) bersama seorang pegawai Lapas Narkotika Raya Septa Andreas. S dan dibawa ke Raya dengan tujuan untuk dibawa ke RSU Pematang Raya.

 

Mengetahui hal tersebut, Kanit Laka Sat Lantas Polres Simalungun Ipda Joni Sinaga bersama anggotanya langsung mengejar ke RSU Pematangraya namun Fia Rahmadani tidak ditemukan. Berdasarkan peristiwa tersebut yang telah tertuang di dalam Laporan Polisi Nomor : LP/ 0205/ 0222/ XII/ 2017 tanggal 5 Desember 2017, Sat Lantas Polres Simalungun melakukan berbagai upaya pengembangan dan pengejaran.

 

Pemanggilanpun dilayangkan ke Indra dan Septa Andreas. S dan pada tanggal 10 Januari 2018,  Indra dan Septa menerangkan bahwa benar membawa Fia Rahmadani dari Puskesmas Serbalawan dibawa ke RSU Pematangraya. Namun sesampai di Kota Pematangsiantar dari Puskesmas Serbelawan, Indra mengakui tidak ikut ke Raya dan turun di Pematangsiantar, sementara Septa membawa ke Raya.

 

Sementara dari keterangan Septa, ia mengatakan bahwa Fia Rahmadani berada di salah satu Rumah Kosan di Raya, namun setelah dilakukan pengecekan oleh personil Unit Laka, Fia tetap tidak ditemukan di Rumah Kosannya.

 

Septa menambahkan, bahwa bahwa keberadaan Fia diketahui oleh Master Juwandi Sidauruk, seorang warga Desa Sigodang Batu 20 Kecamatan Panambean Pane Kabupaten Simalungun. Berbagai upaya pun kembali dilakukan untuk menemukan si Master Juandi Sidauruk, mulai dari pemanggilan hingga mendatangi tempat tinggalnya, namun rumah Master tetap tidak berpenghuni.

 

Kemudian pada hari Rabu (17/1-2017) sekira pukul 11.00 wib, Septa Andreas. S kembali hadir di Unit Laka Polres Simalungun untuk memberikan keterangan atas panggilan kepada dirinya. Didampingi penasehat hukumnya, Septa menerangkan bahwa setelah kejadian, ia bersama Indra menjemput Fia Rahmadani di Puskesmas Serbalawan kemudian membawanya berobat ke RSU Pematangraya. Namun saat tiba di Pematangsiantar, Indra turun dari Mobil dan Septa melanjutkan membawa Fia ke kosannya di Raya atas permintaan Fia. Setelahnya, Septa pulang dikarenakan mau mengantar istrinya ke Batubara. Septa juga menjelaskan bahwa ia mendengar, Master telah membawa Fia namun tidak dijelaskan tujuannya. Ia juga menambahkan bahwa teman dekat Fia yang bernama Arifin Alias Apin Lehu sudah tidak berada di Lapas Narkoba Pematangraya, namun sudah dipindahkan ke Lapas Siborang-borong.

 

Kanit Laka Sat Lantas Polres Simalungun Ipda Joni Sinaga bersama anggotanya kembali mencari Master Juandi Sidauruk yang sebelumnya diperoleh informasi berada di Desa Marihat Nagor Sinda Raya Kecamatan Raya Kahean, namun sesampai di lokasi, Master tidak ditemukan. Hingga Master ditemukan di rumah teman wanitanya di daerah Sipispis Kabupaten Sergei, kemudian dibawa ke Unit Laka Sat Lantas Polres Simalungun.

 

Master, dihadapan petugas mengakui bahwa benar ia membawa Fia Rahmadani ke Hotel Kurnia di Mandailing Natal pada hari Selasa (9/12-2017). Saat itu, terhadap Master juga dilakukan test Narkoba dan hasilnya ia positif pengguna Narkoba.

 

Ternyata persitiwa tersebut langsung sampai ke anggota Komisi III DPR RI DR. Junimart Girsang, SH, MH dimana Legislator Senayan yang membidangi hukum itu menanyakan langsung perkembangan peristiwa yang laka lantas yang diperolehnya dari masyarakat kepada Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan, S.IK, MH. Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan, S.IK, MH langsung memberikan atensi kepada Kasat Lantas Polres Simalungun AKP Hendri ND. Barus, SH, S.IK.

 

Kasat Lantas Polres Simalungun yang pernah bertugas di Polres Madina ini langsung menghubungi Iptu Harles Gultom yang merupakan Kanit Reskrim Polsek Natal untuk meminta bantuan pencarian keberadaan Fia Rahmadani yang saat itu diduga masih berada di Hotel Kurnia.

Sekira pukul 15.30 wib, Iptu Harles mendapatkan informasi dari Reception Hotel bahwa yang beridentitas Fia masih berada dalam penginapan di kamar nomor 06. Langsung saja, Iptu Harles bersama langsung mendatangi kamar itu dan menemukan Fia Rahmadani yang saat itu bersama teman lelakinya yang belum diketahui siapa identitasnya.

Mandapat laporan dari Iptu Harles atas ditemukannya Fia bersama teman laki-lakinya, AKP Hendri kembali meminta iptu Harles Gultom mengirimkan foto teman lelakinya itu dan setelah melihatnya, AKP Hendri langsung memberitahukan bahwa teman lelakinya itu merupakan Narapidana Narkoba yang bernama Arifin Alias Apin Lehu.

 

Iptu Harles Gultom yang saat itu sudah menaiki mobil membawa Fia dan Apin, langsung bergegas kembali ke Hotel. Alhasil dari dalam kamar ditemukan bungkusan plastik berisi barang diduga Narkoba jenis Ineks dan Sabu yang diletakkan di celah ruang sempit dalam kamar mandi hotel.

 

Malam itu juga, Kasat Lantas Polres Simalungun AKP Hendri ND. Barus, SH, S.IK bersama Kanit Laka Ipda Joni Sinaga dan anggota langsung menjemput Fia Rahmadani ke Polsek Natal Polres Madina, sedangkan Arifin Alias Apin Lehu diserahkan ke Polres Madina. Peristiwa tersebut hingga berbagai upaya yang telah dilakukan dalam ranglaian pengungkapannya, langsung dilaporkan ke Pimpinan tingkat Polda.

 

Diketahui bahwa Arifin Alias Apin Lehu merupakan terpidana kasus Narkotika, ia dijatuhi hukuman selama 8 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Tebing Tinggi pada Tahun 2016 silam. Terakhir kalinya Arifin Alias Apin Lehu berstatus Narapidana di Rutan Natal Kabupaten Madina, sebelumnya ia merupakan salah seorang warga binaan di Lapas Narkotika Raya.

 

***humas/bagops/simal***

admin

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *