KAPOLRES SIMALUNGUN AKBP M.LIBERTY PANJAITAN, S.I.K.,M.H., GELAR KONFERENSI PERS OPERASI TANGKAP TANGAN KAPOLRES SIMALUNGUN AKBP M.LIBERTY PANJAITAN, S.I.K.,M.H., GELAR KONFERENSI PERS OPERASI TANGKAP TANGAN
Polressimalungun. Kapolres Simalungun AKBP M. Liberty Panjaitan, S.I.K.,M.H., menggelar konferensi pers terkait operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pegawai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta... KAPOLRES SIMALUNGUN AKBP M.LIBERTY PANJAITAN, S.I.K.,M.H., GELAR KONFERENSI PERS OPERASI TANGKAP TANGAN

Polressimalungun. Kapolres Simalungun AKBP M. Liberty Panjaitan, S.I.K.,M.H., menggelar konferensi pers terkait operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pegawai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lihou, berinisial (ES). Rabu, (07/11/2018) pukul 10.00 wib di Aspol Jalan Sangnaualuh P. Siantar.

Kapolres Simalungun AKBP M. Liberty Panjaitan, S.I.K.,M.H didampingi Kasat Reskrim AKP Ruzi Rusman, SH.,S.I.K.,M.Si,dalam konferensi pers mengatakan bahwa saat melakukan transaksi dengan masyarakat Desa Mariah Buttu, Kecamatan Silou Kahean, Kabupaten Simalungun (ES) tertangkap melakukan pungutan liar (pungli) untuk biaya pemasangan pipa baru bagi warga berpenghasilan rendah. Padahal, pemasangan tersebut tidak dikenakan biaya atau gratis.

Hal ini didalami Polres Simalungun setelah adanya laporan masyarakat yang sudah mulai resah dimana sesuai peraturan, masyarakat mengetahui bahwa pemasangan itu gratis. ” (ES) ini yang memasang dan mengutip uangnya dan OTT berlangsung pada Jumat (2/11/2018) tersangka (ES) yang seorang kasir di PDAM itu ditangkap disebuah warung,” ungkapnya.

Saat penangkapan, Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 11.000.000,- dan satu unit androit/smartphone merek vivo. Dalam pemeriksaan Polisi, tersangka ES mengaku bahwa pungutan tersebut atas perintah salah satu Kepala Bagian di PDAM berinisial D.

Polres Simalungun memastikan akan terus melanjutkan penyelidikan keterlibatan oknum lainnya. Bahkan, penyidik telah memanggil Direktur Utama PDAM Tirta Lihou Betti Sinaga dan Mantan Dirut Benni Purba. Namun, kedua orang tersebut tidak hadir. “ Yang bersangkutan sudah kita panggil satu kali. Tetapi tidak hadir. Kalau terus menerus tidak datang juga, kita akan jemput paksa,” ujar Kapolres.

Kapolres dalam kesempatan tersebut mengharapkan kepada masyarakat Kabupaten Simalungun agar melaporkan jika ada pungutan-pungutan liar diwilayah Kab. Simalungun.

Tersangka (ES) harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan dikenakan Pasal 12 huruf e Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 KUHPidana tentang Tindak Pidana Korupsi dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp. 200 juta dan paling banyak 1 milyar.

***humas/bagops/simal***

admin

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *