‘GOD FATHER”, JARINGAN NARKOBA LAPAS TANJUNG GUSTA YANG BERBASIS IT, KEMBALI DIBONGKAR POLRES SIMALUNGUN..!!! ‘GOD FATHER”, JARINGAN NARKOBA LAPAS TANJUNG GUSTA YANG BERBASIS IT, KEMBALI DIBONGKAR POLRES SIMALUNGUN..!!!
  polressimalungun-Satuan Reserse Narkoba Polres Simalungun kembali berhasil mengungkap jaringan peredaran Narkotika jenis Sabu jaringan Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta Kota Medan. Sebanyak tiga orang... ‘GOD FATHER”, JARINGAN NARKOBA LAPAS TANJUNG GUSTA YANG BERBASIS IT, KEMBALI DIBONGKAR POLRES SIMALUNGUN..!!!

 

polressimalungun-Satuan Reserse Narkoba Polres Simalungun kembali berhasil mengungkap jaringan peredaran Narkotika jenis Sabu jaringan Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta Kota Medan. Sebanyak tiga orang pelaku diamankan dari jaringan tersebut yang masih berkaitan dengan jaringan Narkotika di bawah pimpinan ARIFIN SARAGIH, yang sampai saat ini masih merupakan buruan Polisi (DPO).

3 orang pelaku yang diamankan tersebut merupakan 1 keluarga (ayah dan anak), yakni FRANSISKUS SIANIPAR, LEO SIANIPAR dan BRANDO SIANIPAR. Pelaku FRANSISKUS SIANIPAR (God Father) diketahui merupakan pegawai KPU Kota Pematangsiantar. Dari para pelaku ditemukan 7 buah kartu ATM (a.n. FRANSISKUS SIANIPAR, BRANDO SIANIPAR dan LEO SIANIPAR), Slip setoran tunai BCA 61 lembar senilai Rp. 492.410.000.-, Buku tabungan Tahapan BCA a.n. BRANDO SIANIPAR dengan saldo Rp. 131.180.000.- dan buku tabungan Mandiri dan BRI a.n. FRANSISKUS SIANIPAR, 1 unit sepeda motor merk Beat, 1 unit Handphone merk NOKIA milik FRANSISKUS dan 2 Ons Narkotika jenis Sabu.

Kapolres Simalungun AKBP MARUDUT LIBERTY PANJAITAN, S.IK, MH, saat memimpin Press Release terkait pengungkapannya bertempat di Kantor Sat Lantas Polres Simalungun, Selasa (20/6-2017), menjelaskan bahwa penangkapan ketiga pelaku tersebut berawal dari tertangkapnya pelaku MARUDUT SINURAT, NALDO SINAGA dan PUTRA yang merupakan penduduk Jalan Toba Kota Pematangsiantar.

Ketiga pelaku berhasil diungkap secara berjenjang, dimana pelaku MARUDUT SINURAT merupakan pelaku yang pertama kali diamankan dari Bah Jambi, bersama barang buktinya berupa 1 bungkus diduga Narkotika jenis Sabu dalam plastic klip, Uang penjualan Narkotika jenis Sabu sebanyak Rp. 700.000.-, 1 unit Handphone merk SAMSUNG lipat. Dari MARUDUT, dilakukan pengembangan ke NALDO SINAGA. Ia ditangkap di Jalan Gereja Kota Pematangsiantar. Darinya ditemukan barang bukti berupa Uang penjualan Sabu sebanyak Rp. 5.800.000.-, 1 unit Handphone merk NOKIA, 1 unit Handphone merk SAMSUNG dan 1 unit Handphone merk OPPO. Tidak sampai di situ, pengembangan tetap dilakukan terhadap pelaku lain yakni PUTRA yang ditangkap dari Jalan Kasat Kota Pematangsiantar. Darinya juga berhasil ditemukan barang bukti lain berupa 8 bungkus Narkotika jenis Sabu dalam plastic, 2 bong alat hisap Sabu, 1 kaca pirex, 8 pipet, 1 unit Handphone merk SAMSUNG, 1 buah tas sandang. Kemudian penangkapan terhadap RIKI, yang merupakan termasuk dalam daftar pencarian.

 

Ketiga pelaku yang merupakan 1 keluarga yakni FRANSISKUS SIANIPAR, LEO SIANIPAR dan BRANDO SIANIPAR memperoleh Narkotika jenis Sabu dari Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta Kota Medan, tepatnya dari salah satu Narapidana yang merupakan anak kandung dari FRANSISKUS SIANIPAR yakni NOVAL SIANIPAR.

 

Diketahui bahwa NOVAL SIANIPAR merupakan kaki tangan dari ARIFIN SARAGIH, yang sampai saat ini masih merupakan buruan Polisi (DPO). Sedangkan keuangan dari jaringan ARIFIN SARAGIH dikuasai oleh istrinya yakni DEWI MATONDANG, yang saat ini bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di Dinas BKD Pemko Pematangsiantar dan juga sudah merupakan buruan Polisi (DPO).

 

Kapolres Simalungun juga menjelaskan, bahwa FRANSISKUS SIANIPAR dua kali dalam seminggu berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta Kota Medan untuk melakukan koordinasi tentang pengiriman barang haram tersebut dengan anaknya NOVAL. Kemudian pesanan akan diantar oleh kaki tangan ARIFIN SARAGIH untuk diedarkan.

 

“Pengedarannya dilakukan dengan menggunakan Teknologi Informasi, yakni Laptop dan transaksi menggunakan SMS Banking serta Internet digunakan untuk pemasarannya. Dari hasil pemeriksaan terhadap rekening yang dimiliki, diketahui setiap rekening memiliki transaksi ratusan juta rupiah per minggunya. Sedangkan hasil penjualan barang haram tersebut disetor kepada DEWI MATONDANG (istri ARIFIN SARAGIH) yang dilakukan di dua tempat yakni Pasar Horas dan Pasar Parluasan Kota Pematangsiantar.” Jelas Kapolres.

 

Terhadap para pelaku, diancam dengan Pasal 114 ayat (2) Subs 112 ayat (2) Subs 132 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman Hukuman Mati atau Seumur Hidup.

 

***humas/bagops/simal***

admin

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *